Tumpeng Paripurna 4 Warna Jadi Kuliner Khas Minggu Legi Pasar Tradisional Desa Bejijong

Tumpeng Paripurna 4 Warna Jadi Kuliner Khas Minggu Legi Pasar Tradisional Desa Bejijong

Tumpeng Paripurna 4 Warna Jadi Kuliner Khas Minggu Legi Pasar Tradisional Desa Bejijong

Tumpeng Paripurna 4 Warna Jadi Kuliner Khas Minggu Legi Pasar Tradisional Desa Bejijong
Tumpeng Paripurna 4 Warna Jadi Kuliner Khas Minggu Legi Pasar Tradisional Desa Bejijong

Tim Program Pengembangan Desa Mitra Universitas Surabaya

(PPDM Ubaya) bersama bersama Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Negeri (Kemenristekdikti) membangkitkan potensi wisata di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Melalui kuliner khas Kampung Majapahit, kegiatan ini merupakan bentuk pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal. Warga lokal Desa Bejijong diajak untuk ikut berkreasi mengikuti lomba kuliner Tumpeng Paripurna yang terdiri dari empat warna sebagai ciri Desa Bejijong.

Ketua Pelaksana PPDM Ubaya 2019, Veny Megawati mengatakan

, lomba Tumpeng Paripurna karena ingin menumbuhkan adanya kuliner lokal untuk Desa Bejijong. “Diangkat satu konsep, tumpeng terdiri dari empat warna diwujudkan bumbu jangkep, berbagai macam dekorasi snack dan minum,” ungkapnya, Minggu (18/8/2019).
Baca Juga:

Platform Khusus Koki, The Chef Segera Hadir
Kuliner Mudik, Ini Peta Lokasi Pecel Lethok Mbah Jan Ngawi
Ingin Sensasi Cafe Berbeda? Ini Goa Sukarno
Geseng Bangsong, Kuliner Banyuwangi yang Selalu Dinanti
Bakso Pak Satuman, Kuliner Aneka Jenis Bakso di Tulangan

Paripurna empat warna, lanjut Dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomika ini,

karena paripurna mempunyai arti lengkap. Untuk mendapatkan empat warna tersebut, bahan terserah dari mana saja karena semua tergantung kreativitas masing-masing kelompok.

“Empat warna diskusi teman-teman kuliner diangkat empat warna. Warna bebas, kebanyakan memang merah, hijau putih, hitam dan kuning. Tidak wajib, kebetulan saja. Peserta juga berkompetisi untuk membuat snack berbahan dasar ketan yaitu Wajik dalam bentuk apapun,” katanya.

Serta minuman baru yang dikembangkan dari kolang-kaling, legen, tuak dari siwalan. Nantinya akan menjadi kreasi makanan dan minuman ciri khas kuliner lokal Desa Bejijong. Kelompok yang ikut dalam kegiatan ini sesuai dengan RT, ada delapan kelompok yang ikut dan semua peserta dari warga lokal Desa Bejijong sendiri.

 

Sumber :

https://pitchengine.com/danuaji/9999/12/31/no-headline/002518289542394003803