Usaha-Usaha Airlangga dalam Meningkatkan Kesejahteraan Rakyatnya

Usaha-Usaha Airlangga dalam Meningkatkan Kesejahteraan Rakyatnya

Usaha-Usaha Airlangga dalam Meningkatkan Kesejahteraan Rakyatnya

Usaha-Usaha Airlangga dalam Meningkatkan Kesejahteraan Rakyatnya
Usaha-Usaha Airlangga dalam Meningkatkan Kesejahteraan Rakyatnya

 

a. Bidang Ekonomi

Usaha yang dilakukan di bidang ekonomi, antara lain sebagai berikut.
1. Untuk memajukan kemakmuran rakyat, bidang pertanian dikembangkan. Usaha yang ditempuhnya yakni memperbaiki irigasi dan menciptakan Bendungan Waringin Sapta.
2. Akibat dibangunnya Bendungan Waringin Sapta, pelayaran dan perdagangan bertambah ramai. Hal itu disebabkan Sungai Brantas sanggup dilayari hingga ke Pelabuhan Hujung Galung (Surabaya). Selain Pelabuhan Hujung Galuh, Airlangga juga membuka Pelabuhan Kembang Putih (sekitar Tuban). Kapal dagang luar negeri, contohnya dari India, Burma, Kampuchea, dan Campa banyak yang singgah di Pelabuhan Kembang Kembang Putih dan Hujung Galuh itu.

b. Bidang Agama

Untuk memajukan bidang agama dan sekaligus sebagai penghargaan atas jasa para pendeta. Airlangga juga membangun pertapaan di Pucangan, lereng Gunung Penanggungan. Pertapaan Pucangan itu diperuntukkan bagi putrinya, Sri Sanggaramawijaya yang sehabis menjadi pertapa dikenal dengan sebutan Dwi Kilisuci. Raja Airlangga yakni pemeluk agama Hindu yang setia. Sekalipun demikian, agama Buddha diberi kesempatan untuk berkembang baik. Airlangga juga populer sebagai pembina toleransi kehidupan beragama.

c. Bidang seni Sastra

Selain bidang-bidang tersebut, Airlangga juga memberi perhatian di bidang sastra. Hasil sastra yang populer pada masa pemerintahan Airlangga, antara lain Arjunawiwaha tulisan Empu Kanwa.

Masa Akhir Pemerintahan Airlangga : Airlangga terpaksa membagi kerajaannya menjadi dua. Hal itu disebabkan putri dari permaisuri, yaitu Sri Sanggramawijaya yang berhak atas takhta kerajaan tidak bersedia menjadi raja. Ia lebih menentukan hidup sebagai pertapa di Pucangan. Kerajaan Airlangga dibagi dua untuk kedua putranya dari selir. Pembagian kerajaan ini terjadi pada tahun 1041. Oleh Airlangga pekerjaan membagi kerajaan itu diserahkan kepada seorang brahmana sakti berjulukan Empu Bharapa.

Empu Bharada menjalankan kiprah dengan bijaksana. Kerajaan dibagi menjadi dua dengan batas Sungai Brantas.

Kedua Kerajaan

Kedua kerajaan itu yakni sebagai berikut.

a. Panjalu atau Kediri dengan ibu kota Daha. Kerajaan itu terletak di sebelah selatan dan timru Sungai Brantas.
b. Jenggala atau Singasari dengan ibu kota Kahuripan (kira-kira sekitar Lamongan). Kerajaan itu terletak di sebelah utara Sungai Brantas.

Setelah pembagian kerajaan selesai, Airlangga turun takhta. Ia hidup sebagai pertapa hingga wafat pada tahun 1049. Airlangga dimakamkan di lereng sebelah timur Gunung Penanggungan, yang populer dengan nama Candi Belahan. Pada candi itu terdapat patung Airlangga yang diwujudkan sebagai Dewa Wisnu yang sedang mengendarai garuda.

Baca Juga: